Sebuah tulisan untuk blog #KasmajiBerbagi, dari Setyo Tri Windrasmara – Kasmaji 2011

Tulisan ini ditulis dalam rangka menindaklanjuti ide dari Yogi Aditya Putra tentang pembuatan tulisan pengobar semangat untuk para adik tingkat calon Kasmaji, terutama angkatan 2012 yang baru saja menghadapi UAN dan akan bertempur menghadapi SNMPTN.

‘Masa pertempuran’ saya dimulai tidak di semester 1, tetapi beberapa saat sebelum semester 2. Mengapa? Soale semester 1 aku durung sinau.
Namun. Layaknya pasukan yang akan bertempur. Seorang Setyo dan Panitia SNMPTN juga menyiapkan diri masing-masing. Bila Panitia SNMPTN menyiapkan soal-soal, Setyo secara ‘entah saya juga lupa apa alasannya’ mendaftarkan diri di sebuah les-lesan yang letaknya sekitar 50m di sebelah timur SMA Negeri 1 Surakarta (promosi yoben, karena saya masih senantiasa bersyukur bisa les di situ)
Kemudian, dengan dimulai oleh kesadaran bahwa memilih bangku kuliah secara garis besar adalah memilih masa depan, saya pun mulai belajar. Dari mulai belajar sendiri hingga menemukan teman-teman yang sepemikiran. Situasi tersebut membimbing saya untuk terus belajar, terutama untuk meraih bangku kuliah yang diinginkan. Dari belajar materi Ujian Masuk di kelas (dengan kata lain saya dan beberapa teman saya tidak pernah memperhatikan guru sedikitpun di kelas), belajar hingga menjelang maghrib atau lebih di bimbingan belajar, belajar di rumah, hingga menginap di bimbingan belajar bersama teman-teman pun dilakukan.

Lalu, selain belajar, apa yang akan kita temukan di masa kelas 3? Banyak hal menarik yang akan kita temukan dalam masa-masa itu. Mari kita bahas satu-per-satu.

1. MEMILIH JURUSAN DAN UNIVERSITAS
Ini salah satu yang bakal jadi paling berkesan karena inilah yang menentukan, faktor keberanian dan faktor situasi dipertemukan di sini. Saya masih ingat sering eyel-eyelan dengan orang tua tentang pilihan universitas karena faktor situasi. Walaupun pada akhirnya saya harus mengayomi orang tua saya, setidaknya pilihan tersebut membuat semuanya berjalan positif 🙂

2. MEMILIH JALUR MASUK
Penulis bukanlah tipikal murid langganan 10 besar di kelas. Penulis juga bukan murid yang dipuja-puja guru. Penulis ‘hanya’ anak yang bolak-balik masuk Kantor Guru untuk sekedar dimarahi sejak TK. Banyak teman-teman seperjuangan saya juga mengalamami hal serupa dengan cerita di atas.
Kami tidak punya selembar tiket untuk mendaftar SNMPTN Undangan, tapi kami tidak menyerah, dan fakta menunjukkan bahwa para -tidak mendapat snmptn undangan- yang cenderung diremehkan itu ternyata malah lebih siap untuk ujian tulis karena mereka tidak punya sandaran untuk berleha-leha. Lalu bagaimana untuk yang dapat undangan? Tirulah mereka yang mendapatkannya tapi tidak berleha-leha, that’s it! Karena itu bukanlah jaminan.

3. PERPUTARAN KLASEMEN
Satu hal lagi yang paling menarik adalah bagaimana pemetaan murid di SMA Negeri 1 Surakarta menjadi tercerai-berai. Mereka para berlian yang kusam (orang-orang yang tidak terlihat kemampuannya) pun mulai mengasah diri. Mereka yang tadinya tidak dianggap sebagai pesaing berat ternyata mampu memancarkan sinarnya hingga mengungguli yang lain di saat akhir. Jadi berusahalah untuk tidak meremehkan satu sama lain. Mereka yang tidak pernah terlihat memegang buku pelajaran itu sangat bisa menjadi yang tertawa bahagia di akhir.

4. HAL-HAL EKSTERNAL AKADEMIK
Masa kelas 3 bukan berarti kalian hanya bisa duduk di depan meja untuk belajar, kalian tetap harus bersantai dan bersosialisasi. Banyak hal yang saya lalui di kelas 3, dari yang mengenakkan sampai yang tidak mengenakkan. Baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan sendiri.
Salah satu yang paling berkesan tentu saja ketika melakukan sebuah ‘pergerakan’ untuk sekolah, betul-betul berkesan 🙂
Toh buktinya semua hiruk-pikuk yang kami ciptakan itu tidak mengurangi kualitas angkatan 2011, tidak mengganggu aktivitas akademis kami, tidak mengurangi keyakinan saya bahwa Kasmaji 2011 adalah salah satu angkatan terbaik, jika bukan yang terbaik. Salah satu angkatan yang paling brilian dan berkarakter, jika bukan yang nomor satu juga. Saya berharap angkatan-angkatan selanjutnya bisa menyamai atau bahkan melebihi kami 🙂

Jadi Intinya..
Tidak ada yang tidak hebat. Baik peringkat 1 paralel hingga peringkat kesekian di Indonesia, terutama di SMA Negeri 1 Surakarta. Yang menentukan adalah kerja keras, rasa hormat, dan kemauan untuk belajar tentang segala hal.
Jangan terpaku nilai-nilai semasa sekolah kalian, karena di saat-saat genting manusia selalu menampilkan kemampuan aslinya, di saat-saat genting inilah nyaris semua dari kalian akan mengasah diri masing-masing. Ingatlah bahwa kalian semua calon Kasmaji adalah berlian, tinggal bagaimana cara kalian mengasah dan memacu diri sendiri, kalian punya cara kalian masing-masing.
Tetap bekerja keras, bekerja cerdas, tetap santai, dan jangan cepat berpuas diri. Masih ingat Jangka Jayabaya bukan? Dikisahkan bahwa Indonesia akan dibawa ke puncak oleh seorang Satrio Piningit. Setidaknya, jadilah Satrio Piningit bagi keluarga dan diri kalian sendiri 🙂

“Anyone who lives within their means suffers from a lack of imagination.” – Oscar Wilde

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s