Kecil

Masa kecil adalah masa-masa yang paling indah. 3 Desember, petang hari, saya yang sedang nglangut ini diajak Bapak saya untuk menemani kemenakan saya yang usianya baru 2 tahun, Keyvin.

Sejak sore keponakan saya itu memang sudah heboh (dan setiap harinya memang seperti itu, dasar cerdas :D) mengajak Kakung-nya untuk naik kereta kelinci. Alhasil saya-lah yang ikut jadi korban, tak apalah mumpung lagi di rumah dan tidak ada kerjaan, ha ha ha..

Selepas maghrib, kami bertiga langsung meluncur dengan motor menuju Alun-Alun Kidul Kota Sala. Kebetulan, layaknya anggota keluarga yang lain, si Keyvin ini memang paling suka kalau bepergian ataupun bermain. Sepanjang jalan ia ngalor-ngidul menyebutkan hal-hal yang dia lihat, terutama yang berbau dengan kereta api (namanya juga anak kecil) dan berlagak menjadi navigator handal dengan mengkomando arah perjalanan kami. Sepertinya si kecil ini sudah hafal jalan dari rumah ke TKP. 😀

Sesampai di lokasi, kami bertiga pun langsung memilih-milih apa dan yang mana yang akan dicoba duluan. Di Alun-Alun Kidul ini memang banyak sekali hiburan anak yang digelar tiap sorenya, semacam pasar malam rutin. Ada kereta kelinci, odong-odong alias becak hias, wedhangan, jagung bakar, komedi putar, hingga mobil-mobilan atv pun ada.

Kami pun memutuskan untuk nyengklak di kereta kelinci yang kebetulan belum berangkat. Kereta favorit anak-anak kecil ini ongkos naiknya per orang lima ribu rupiah, jangan merasa mahal, servisnya cucuk (setimpal) lho, rute perjalanan yang ditempuh cukup jauh. Dari Alkid, Gading, Gemblegan, Matahari Singosaren, Slamet Riyadi, Gladag, hingga kembali ke Alun-Alun Kidul lagi. too good to be labeled as enough!

Setelah kereta kelinci, Keyvin pun memilih untuk naik becak hias dengan hiasan lampu warna-warninya. Ongkos peminjamannya sepuluh ribu rupiah.
Menaiki becak hias ini ternyata cukup melelahkan juga, terutama dalam proses menggenjot karena beratnya becak itu sendiri.
Lumayan lho buat teman-teman yang pengen sedikit kurusan 🙂

Kemudian karena gerimis pun tiba, kami pun sepakat untuk segera pulang ke rumah karena kami tidak membawa jas hujan. Sebelum pulang, kami sempat membeli sebuah helm untuk bayi di sebuah kios di bilangan Gladag. Harganya sekitar 30-40 ribu, tergantung seberapa getol kita menawarnya.

Yah begitulah cerita hari ini, nampaknya menyenangkan sekali ya menjadi seorang anak kecil, tanpa beban apapun. Selamat bermemori.

Setyo Tri Windrasmara
@setyotw

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s