Galaxy Chat, Android Rasa Blackberry

Sebagai permulaan, postingan ini sama sekali bukan postingan berbayar atau promosi apapun. (Toh saya juga tidak bekerja di Samsung, huehehe..)
Postingan berikut ini hanyalah sebuah cerita mengenai kekaguman saya pada sebuah ide yang saya bilang cukup menarik dari sebuah vendor ponsel terkemuka asal Korea Selatan, Samsung.

Ceritanya begini. Sekitar bulan Oktober 2012, saya yang kebetulan tengah ada rejeki memutuskan untuk mencari handphone baru karena sudah sekitar dua bulan saya terpaksa meminjam handphone Ibu saya, akibat handphone saya sebelumnya secara bodohnya ikut saya cuci bersama dengan celana yang membawanya di saku. (Salahkan saya, jangan celananya :D)

Dalam fase pencarian informasi tentang ponsel-ponsel yang lagi in di masyarakat, saya banyak mendapat rekomendasi untuk menggunakan Android, sebuah platform hasil kerja-keras Google yang tujuan prominennya adalah membuat Apple iOS bertekuk lutut. Senada dengan itu, karena kebetulan tengah mendambakan suasana baru, saya pun tertarik untuk mencoba menggunakan Android.

Namun, ada satu hal yang mengganjal di tengah otak saya. Selama ini, layaknya iOS, Android termahsyur sebagai sebuah platform yang mengusung fungsi touchscreen sebagai senjata utamanya, sekaligus menjadi salah satu alasan di balik meningkat drastisnya usability rate dari teknologi touchscreen itu sendiri. Sementara saya yang cenderung kolot dan terbilang sederhana ini bukanlah seorang maniak teknologi, namun lebih patut digolongkan sebagai maniak komunikasi, kebutuhan utama saya hanyalaah kemudahan untuk berkomunikasi, baik via sms, chatting, ataupun social media. (makanya saya hingga sekarang jadi penggemar setia Blakberry :))
Nah, sekarang coba kawinkan seorang penggila komunikasi yang senantiasa mengetik ribuan karakter setiap jamnya dengan sebuah keyboard touchscreen, hasilnya adalah puluhan hingga ratusan kesalahan penulisan. Saya sendiri hingga saat ini sama sekali tidak becus mengetik dengan teknologi mutakhir tersebut. 😀

Hingga akhirnya, lewat tabloid Pulsa, saya menemukan sebuah ponsel yang sangat menarik bagi saya, yaitu Samsung Galaxy Chat. Sebuah ponsel yang menggabungkan dengan apik fitur touchscreen dengan physical keyboard yang mampu memberikan kemudahan bagi pengguna Android yang memiliki minat lebih di bidang komunikasi.

Penampakan dan Fitur Samsung Galaxy Chat (sumber: global.samsungtomorrow.com)

Dengan spesifikasi seperti di atas, Samsung Galaxy Chat ini terbilang cukup murah. Harga pasarannya saat ini berkisar antara Rp 1.200.000,00 – Rp 1.300.000,00, cukup murah bila dibandingkan beragam kelebihan yang dibawanya. Dengan kombinasi senjata physical keyboard, platform Android 4.0 Ice Cream Sandwich, layar touchscreen, dan internal memory yang cukup besar, ponsel ini jelas bisa menjadi pilihan bagi rekan-rekan yang hingga saat ini merasa takut untuk mencoba platform Android karena alasan “Susah dipakai untuk mengetik”. Selain itu, meskipun ukurannya cukup panjang, namun ponsel ini ternyata tidak terlalu panjang kok ketika nempel di telapak tangan.

Banyak kelebihannya, bukan berarti tidak ada kekurangannya. Hampir sama dengan handphone Android lainnya, Samsung Galaxy Chat ini tidak diperkuat dengan baterai yang super tahan lama layaknya ponsel Nokia, kira-kira sehari ngecas satu kali lah. Selain itu, kamera yang diusung juga tidak terlalu besar, hanya 2MP. Dalam beberapa hasil foto, transisi yang dihasilkan antara dua warna yang kontras (misal: hitam-hijau muda) terlihat sangat payah. Yah namanya juga barang mid-end.. 😀

Dan anehnya, saya lihat kok nampaknya Samsung Indonesia tidak terlalu getol mempromosikan produk ini ya? Hingga hampir setengah tahun kemunculannya, masih sangat banyak orang yang tidak tahu-menahu keberadaan handphone ini, saya seringkali ditembak dengan pertanyaan mengenai handphone aneh yang saya bawa ini, bahkan beberapa di antaranya Android expert lho..
Kebanyakan dari mereka tertarik dengan satu hal, apalagi kalau bukan keberadaan keyboard fisik di bawah layar sentuh yang tengah saya usap-usap.

Jadi, bagi teman-teman yang pengen setidaknya dalam 2-3 bulan ke depan terlihat wow dengan handphone yang unik dan tentunya tidak melupakan sisi fungsionalnya, ponsel satu ini nampaknya bisa jadi pilihan. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s