Tuesdays with Morrie

Tuesdays with Morrie, cover Indonesia (sumber: mitchalbom.com)

“So many people walk around with a meaningless life. They seem half-asleep, even when they’re busy doing things they think are important. This is because they’re chasing the wrong things. The way you get meaning into your life is to devote yourself to loving others, devote yourself to your community around you, and devote yourself to creating something that gives you purpose and meaning.”
― Mitch Albom, Tuesdays With Morrie

Sebuah novel non-fiksi yang sangat recommended. Kisah ini diambil dari pengalaman luar biasa Mitch Albom, seorang jurnalis serba-bisa alumnus Brandeis University, bersama sahabatnya, Morrie Schwartz, yang notabene adalah Dosen-nya semasa kuliah.

Alkisah, cerita ini diawali dengan masa-masa kuliah Mitch, di mana dia mulai mengenal Morrie Schwartz, seorang dosen kharismatik yang mengampunya dalam mata kuliah Sosiologi. Setiap Selasa, kedua insan yang memiliki beragam kesamaan pandangan ini selalu menghabiskan sebuah siang untuk membicarakan banyak hal yang mereka ingin bicarakan, terutama mengenai nilai-nilai kehidupan, sembari menyantap makan siang masing-masing. Keakraban ini berlanjut hingga Mitch-pun akhirnya wisuda, dan ia berjanji takkan melupakan Morrie, beserta nilai-nilai yang telah ditularkan oleh sahabatnya tersebut.

Hari demi hari berlalu, tahun pun berganti. Mitch yang telah berpindah tempat tinggal pun terjebak dalam sibuknya dunia pekerjaan, ia ternyata tak kuasa untuk memenuhi janjinya kepada Morrie dulu. Surat-surat dari Morrie, yang pada awalnya masih sanggup ia balas, bertumpuk tak terjamah. Tanpa sanggup melawan, Mitch terjebak dalam hingar-bingar dunia kapitalis yang sering ia perbincangkan bersama Morrie, di hari Selasa setiap minggunya, dulu.

Hingga pada akhirnya, setelah sepuluh tahun berlalu, Mitch mendapat kabar menyedihkan bahwa Morrie, sang Dosen pujaannya, tengah berjuang melawan ALS (Amyotrophic lateral sclerosis/Lou Gehrig’s Disease). Di sinilah cerita sesungguhnya dimulai. Tentang bagaimana pengorbanan Mitch yang rela menempuh perjalanan ratusan kilo dan mengambil cuti dari pekerjaannya di setiap Selasa, untuk memberikan sebuah Selasa terbaik, seperti yang biasa mereka nikmati dulu. Tentang indahnya pandangan hidup (yang mayoritas menitikberatkan pada sisi kemanusiaan) yang Morrie tularkan dan Morrie ajarkan kepada Mitch. Dan tentang bagaimana Morrie, sebagai seorang sahabat, menerima kembali hadirnya ‘si anak hilang’ yang sempat lupa pada keberadaannya dengan tangan terbuka.

Sebuah novel, sebuah kisah persahabatan, dan sebuah pembelajaran kemanusiaan yang mengagumkan dari Morrie Schwartz dan Mitch Albom.

Setyo Tri Windrasmara
@setyotw

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s