Desember dan Januari

Sudah sekitar dua-tiga minggu terakhir, linimasa Twitter saya terisi dengan kata ‘hujan’, ‘gerimis’, ataupun ‘banjir’ (kalau ini biasanya rekan-rekan yang di Jakarta :D) hampir tiap harinya.

Yah, mau bagaimana lagi. Kalau ditilik dari waktunya, ini memang sudah mangsa-nya, justru kita harus berteriak keheranan kalau di bulan Desember dan bulan Januari ini rombongan air hujan malah absen.

Dalam gojekan ala orang Jawa, Desember dan Januari ini memang punya nama yang khas. Desember disebut sebagai akronim dari “Gedhe-gedhene sumber”, sementara Januari disebut sebagai akronim “Hujan sehari-hari”. Maka ya wajar saja jikalau hampir setiap hari turun hujan. 🙂

Hujan memang kadang merepotkan kita, terutama untuk para merchant dan mereka yang punya mobilitas tinggi. Biar begitu, bumi dibolak-balik pun hujan tetaplah sebuah rejeki dari Yang Maha Penyayang.

Jadi, mari kita syukuri dulu saja datangnya hujan di bulan-bulan ini. Memang merepotkan, apalagi untuk saudara yang mengalami musibah banjir (semoga lekas reda dan diminimalisir kerugiannya), makin merepotkan saja. Namun, memang beginilah cara Yang Maha Pemurah untuk menyeimbangkan dunia. Sedia payung sebelum hujan, kita nikmati dulu saja musim hujan ini dengan atau tanpa mengeluh. Which one are you?

Setyo Tri Windrasmara
@setyotw

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s