Kuantar ke Gerbang

Kuantar ke Gerbang

Saya terlalu lambat lahir. Frase bodoh ini yang saya rasakan setelah selesai membaca buku yang cetakan terbarunya saya temukan di sebuah toko buku di bilangan Kota Baru, Jogja, sekitar seminggu yang lalu.

Terlalu lambat lahir, saya merasa bahwa dengan selera dan passion yang saya punya, saya seharusnya mentas dari usia remaja sekitar sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu. Bukan di era abad 21 ini. Saya merasa seharusnya saya sudah membaca buku bagus ini sejak dulu. Sebuah buku yang menggambarkan betapa manusiawi dan betapa inferiornya seorang ‘singa podium’ bernama Soekarno jika sudah di depan istrinya, Inggit Garnasih.
Meskipun Ramadhan K.H sendiri mengelak apabila buku ini disebut sebagai buku sejarah, buku ini tetaplah mengulik sejarah dari kacamata seorang wanita mandiri di era perjuangan. Buku ini bisa memberi rasa baru bagi para penggemar sejarah Indonesia, terutama bagi mereka yang menggemari Bung Karno.

Disajikan dalam 86 bagian oleh Ramadhan K.H, kisah yang dituangkan dalam buku “Kuantar ke Gerbang” saya pastikan akan selalu melekat erat dalam pikiran anda setelah selesai membacanya. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s