Kalut

Kalut, itulah perasaan yang berkecamuk di pikiran saya dalam beberapa hari terakhir. Bukan apa-apa, secara mengejutkan dua orang dari Inggris Raya yang selama ini menjadi idola saya mendadak memutuskan untuk menarik dirinya dari hingar-bingar dunia yang membesarkan namanya. Menarik dirinya dari dunia yang selama ini membuat nama mereka saya berikan kehormatan besar untuk mengisi sebuah ruangan kecil di dalam sanubari saya yang berisikan sosok-sosok besar dunia yang menjadi panutan saya dalam hidup yang berliku ini.

Tak perlu dipertanyakan, kabar pengunduran diri yang dicanangkan oleh Sir Alex Ferguson dan Paul Scholes (untuk kedua kalinya) jelas menjadi kabar yang menyesakkan bagi saya, yang cukup mengagumi club tempat mereka bernaung, yaitu Manchester United.

Apalagi sih yang bisa saya minta dari mereka sebagai seorang penggemar Manchester United? Saya, yang sedari lahir hanya pernah melihat Manchester United dilatih oleh seorang Sir Alex Ferguson, tentunya akan segera merasa sangat kagok ketika musim kompetisi sepakbola 2013/2014 dimulai esok. Ketiadaan sosok yang hampir setiap hari terpajang wajahnya di kolom koran olahraga langganan saya ini jelas sebuah kehilangan besar, sebuah keadaan yang bahkan dalam dua-tiga tahun terakhir tak pernah termimpikan saking abadinya nama Sir Alex Ferguson di benak pendukung The Red Devils. Saya pun yakin banyak pemain Manchester United sendiri yang pasti merasa canggung dengan keadaan yang cepat-lambat akan mereka temui itu, bahkan mungkin beberapa dari mereka pernah berpikir bahwa mereka akan pensiun dalam keadaan masih dilatih seorang Sir Alex Ferguson.

Paul Scholes? Saya juga tidak perlu menjelaskan panjang-lebar tentang mengapa orang ini sangat saya kagumi. Mungkin anda cukup googling tentang bagaimana pandangan para aktor-aktor dunia sepakbola lainnya mengenai Paul Scholes, satu hal yang bisa ditarik dari perkataan mereka semua adalah bahwa Paul Scholes adalah pemain yang sangat-sangat luar biasa.
Mungkin ini sedikit berlebihan, namun jujur saja setiap menonton pertandingan Manchester United di layar kaca ketika Paul Scholes bermain, 80% perhatian saya akan tertuju hanya kepada pemain yang satu ini. đŸ™‚

Sebuah malam yang panjang pun akan selalu bertemu secercah subuh pada titik nadirnya. Terima kasih Sir Alex Ferguson. Terima kasih Paul Scholes.
Thanks for all the memories, tough guy!

(sumber: britishsoccerdiva.com)

(sumber: manchestereveningnews.co.uk)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s