Lucky Urban Traveller, Jakarta 4-6 Juli

Voila! Akhirnya saya sempat juga menuliskan perjalanan ini, walaupun dengan ingatan seadanya. Hahahaha!

Setelah bertahun-tahun tidak pernah melakukan perjalanan jauh karena kesibukan (dan tentunya kemalasan) yang menghinggapi diri saya, awal bulan Juli kemarin saya diberi kesempatan, dan tentunya alasan, untuk melakukan perjalanan untuk sejenak meninggalkan rutinitas saya di Yogyakarta. Adalah acara perayaan ulang tahun ke-3 Akademi Berbagi yang berhasil menarik keluar kemalasan saya untuk melakukan perjalanan bersama rekan-rekan volunteer Akademi Berbagi Jogjakarta lainnya.

Ulang Tahun Ketiga Akademi Berbagi

Ulang Tahun Ketiga Akademi Berbagi

Perayaan ulang tahun ke-3 Akademi Berbagi ini dilaksanakan di Restoran Lumbung Desa yang letaknya di bilangan Blok M, Jakarta Selatan. Selain kesempatan untuk bertemu dengan volunteer Akademi Berbagi dari berbagai kota yang berkesempatan datang di acara ini, yang membuat acara ini semakin menarik untuk didatangi tentunya adalah tema acaranya sendiri di mana diadakan kelas untuk volunteer Akademi Berbagi yang berjudul “Meet the CEOs“, dengan gurunya adalah Bapak Mardi Wu yang merupakan CEO Nutrifood dan Bapak Handry Satriago, CEO General Electric Indonesia yang memang merupakan salah satu guru favorit para volunteer Akademi Berbagi.

Perjalanan dimulai di tanggal 4 Juli ketika saya, Rafly, Adon, Nitha, dan Nisa berangkat bersama-sama dengan menggunakan Kereta Progo yang berangkat dari Lempuyangan menuju ke Stasiun Pasar Senen. Karena kami berangkat sekitar pukul 4.30 sore dan sampai di Pasar Senen pukul 2 dini hari (sekarang PT.KAI on-time bro!), kami terpaksa untuk menumpang tidur di Pasar Senen dulu sampai sekitar pukul 6 pagi untuk menunggu Busway.

Selepas matahari terbit, tanggal 5 Juli pagi hari langsung kami menuju ke destinasi pertama kami, yaitu kos Dhani, volunteer Akber jogja yang sudah bekerja di daerah Palmerah, Jakarta. Berkat dia, kami bisa menumpang tidur dan beristirahat dari pagi hingga sore hari sembari menunggu dia pulang kerja dan.. Makan Bubur Ayam lima ribuan serta Nasi Padang mahal yang rasanya biasa saja. *colek Adon yang sama-sama suka Nasi Padang*

Begitu Dhani pulang dari kantor, sekitar pukul 6 sore langsung kami berenam menuju ke Lumbung Desa. That was an awesome experience, had a meeting with many volunteer from almost every town in Indonesia. Fabulous! Di acara yang dimoderatori oleh Prabu Revolusi ini, rombongan kami bertemu puluhan volunteer dan para guru Akademi Berbagi dari berbagai kota, Tomi yang sangat bersemangat, Suryo sang fotografer yang usil, Mbak Susi yang ternyata adalah gebetannya teman saya @mashendri, dan juga Kepala Sekolah Akber Solo si Mega yang kebetulan tengah magang di Jakarta.

Singkat cerita, kami berenam yang tadinya kebingungan akan menginap di mana malam itu akhirnya diajak oleh Mas Imam untuk menginap di Hotel Ibis bersama Mega dan Antik, seorang anggota AIESEC UNDIP yang kebetulan sedang memiliki proyek-entah-apalah-itu-saya-juga-tidak-tahu bersama Mas Imam dan Mega. Thanks berat Mas Imam untuk penginapan gratisnya, but this was just a start, if you know what i mean..

IMG-20130705-WA0001

IMG_9839

IMG_9770

IMG_9691

IMG_9764

Sekitar pukul 11 siang, selepas check-out dari hotel yang mewah namun tidak menguras kantong itu (malamnya udah ke Sevel juga bro! Khatam!), rombongan kami terbagi empat karena Nitha berpergian dengan temannya, Rafly harus pulang ke Jogja duluan bersama Mbak Ainun karena di tanggal 7 Mbak Ai harus mengajar di Akber Jogja, dan Mas imam ada urusan bisnis tersendiri. Kami sisanya pun akhirnya berjalan-jalan untuk menunggu malam karena kereta kami baru akan berangkat dari Pasar Senen sekitar 20.30 malam.

Berlima saya, Adon, Nisa, Mega, dan Antik pun berputar-putar tanpa tujuan yang jelas, dimulai dari yang pertama adalah Mall Grand Indonesia Shopping Town yang tersohor-dan-super-mewah itu, let’s say we were taking eat in this place and guess what, we didn’t use any money at all because it was been payed by Mas Imam. Yes, we were the Lucky Urban Traveller! Thank you so much, Mas Imam. 🙂

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Kota Tua dengan niatan awal melihat-lihat museum yang ada di sana, sayang sekali kami sampai di sana terlalu sore sehingga museum-museum sudah tutup, untunglah ada Festival Wayang Nasional sebagai pengobatnya.

IMG-20130707-WA0004

IMG-20130707-WA0005

Dan ketika matahari sudah terlihat akan tenggelam, kami pun segera mengambil KRL menuju ke Pasar Senen, bersiap untuk meninggalkan Jakarta. Namun sebelum kembali ke stasiun, kami berlima menyempatkan untuk makan di Atrium Plaza, yang mana biayanya masih saja menggunakan uang saku dari Mas Imam. Plus Nisa masih beli bekal untuk perjalanan pulang pula :p

IMG-20130707-WA0012

Every journey has an end, our exquisite journey also. Jarum di jam pun telah menunjukkan bahwa waktu kami di Jakarta di kesempatan itu telah sangat sedikit. Saya, Adon, dan Nisa pun berpamitan dengan Mega dan Antik untuk meluncur ke Stasiun Pasar Senen dan bergabung dengan Nitha yang sudah ada di sana terlebih dulu. We took a seat on the train, and then, goodbye Jakarta. May the force be with you, i’ll see you again someday in more exquisite journey!

At last, terima kasih untuk Dhani yang sudah memberi tumpangan tempat kepada kami, terima kasih semua rekan-rekan Akademi Berbagi, terima kasih Mega dan Antik yang sudah menemani kami, dan.. Tentunya terima kasih Mas Imam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s