Pantai Sawarna, Banten

Sejak hari Kamis kemarin, saya tengah bersama teman-teman saya melakukan survey di lokasi yang akan kami tinggali selama 2 bulan untuk KKN (Kuliah Kerja Nyata) bulan Juli-Agustus besok. Seperti yang saya ceritakan sebelumnya di sini, kami berlima memilih untuk menginap di Cilegon karena salah satu teman saya berasal dari daerah tersebut.

Sementara itu, lokasi yang kami survey untuk program KKN kami adalah Pantai Sawarna, sebuah pantai indah di bagian selatan provinsi Banten, tepatnya di kabupaten Lebak.

image

Mengenai Pantai Sawarna, pantai tersebut merupakan sebuah pantai yang tengah naik daun di kalangan wisatawan, baik lokal maupun internasional.

Dikatakan Pak Lilik, Sekretaris Desa Sawarna yang kami temui hari Jumat 9 Mei lalu, pendapatan desa Sawarna dari bidang pariwisata kini semakin meningkat hingga mampu menyaingi pendapatan dari bidang pertanian yang sebelumnya menjadi unggulan utama.

Tak perlu heran dengan terus meningkatnya pamor Pantai Sawarna di kalangan wisatawan, baik lokal maupun internasional, pantai yang satu ini memang memiliki pesona yang sangat menawan, meskipun akses menuju daerah ini cukup merepotkan. Untuk menyambangi Pantai Sawarna, kita bisa menempuh beberapa jalur yang berbeda, dengan dua jalur yang paling populer adalah melalui daerah Pandeglang (saya dan kawan-kawan melalui jalur ini, menempuh perjalanan total sekitar 7 jam dari Cilegon) atau melalui daerah Sukabumi.

Memang, akses menuju Sawarna merupakan satu-satunya hambatan untuk berkunjung ke tempat tersebut. Dari arah Pandeglang, kondisi jalan dapat dikategorikan sangat mengenaskan dengan banyaknya titik-titik lubang jalan sebesar kolam renang balita. Jelas, menggunakan mobil sedan untuk bepergian ke Sawarna sangatlah tidak direkomendasikan.

Selain itu, untuk menuju ke area pantainya sendiri kita tidak bisa membawa mobil ke sana, harus diparkir sekitar 500m dari daerah pantai, tepatnya di dusun Talikolot. Dari situ, kita dapat menyewa ojek yang tarifnya 10 ribu rupiah untuk sekali antar atau berjalan kaki menuju area Pantau Sawarna.

image

image

Pantai Sawarna ini terdiri dari dua bagian, yaitu Pantai Tanjung Layar yang berupa pantai berkarang dan Pantai Pasir Putih yang berupa paparan pantai berpasir nan landai.

Bagian pantai yang berpasir ini buat saya adalah salah satu daya tarik utama Pantai Sawarna selain ombaknya yang besar dan fasilitas hospitality yang memadai. Bagian Pantai Pasir Putih memiliki area landai yang bisa dibilang sangat luas laiknya Pantai Kuta di Bali dan Pantai Sepanjang di Gunung Kidul. Selain itu, pantai ini relatif bersih dan terawat dengan lifeguard yang siaga, terlatih, dan cekatan.

Dan untuk ombaknya, ini adalah faktor yang membuat para wisatawan mancanegara tertarik untuk mengunjungi Pantai Sawarna. Ombak di lokasi ini memang terbilang kencang, tinggi, dan intens frekuensinya, sehingga banyak dijadikan tempat berselancar bagi para surfer asing (dan banyak pula surfer-surfer lokal yang bermain di sini). Bahkan menurut Pak Lilik, faktor kualitas ombak inilah yang membuat wisatawan-wisatawan internasional, terutama dari Australia, berpaling dari Bali ke Sawarna karena merasa menemukan kualitas ombak yang sama bagusnya dengan biaya yang lebih murah. Keren kan?

image

image

image

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s