Kapan Nobar Piala Dunia?

Kapan nobar piala dunia? Tanyaku kepada nuraniku sendiri.

Gaungnya tak terasa. Entah, mungkin aku saja yang terlalu bebal untuk menikmati nuansanya. Nuansa ramai penuh sorak-sorai yang rutin muncul setiap empat tahun sekali itu. Aku pun bingung mengapa. Apakah ini akibat sesuatu yang tak kupunya? Sepertinya ya. Untuk satu hal itu, aku tak punya. Itu, kotak ajaib bernama televisi itu.

Aku indekos, dan kamarku masih belum kusediakan untuk kehadirannya. Mungkin kelak aku akan memerlukannya, oh bukan kelak, saat ini pun aku membutuhkannya. Tapi, mau apa, aku tak suka dengan nyaris segala yang dijejalkan di dalamnya. Di situ, mereka menyediakan isinya, sementara aku tak suka dengan isinya. Bukankah aku tak perlu mendatangi restoran yang isinya pun aku tak suka? Ini dilematis. Aku jelas membutuhkannya, paling tidak hanya untuk satu bulan yang penuh gegap-gempita ini. Mungkin itu saja yang aku perlukan untuk dapat menikmatinya, menikmati sorak-sorai Piala Dunia.

Ah, nanti saja aku memikirkannya, masih jauh menuju Maracana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s