#NulisJuga Decision Paralysis

Di sebuah optik, seorang gadis berjalan memasuki ruangan bersama seorang pemuda yang nampaknya adalah pacarnya. Sang pemuda segera mengambil tempat duduk di pinggir, sementara si gadis memandangi etalase yang memamerkan beragam pilihan bentuk kacamata sembari mengobrol dengan penjaga optik yang menyapanya dengan ramah. Malam itu, sang gadis ingin membeli kacamata baru. Ia membutuhkannya segera, kacamatanya yang lama telah rusak, dan ia merasa tersiksa dengan itu.

Dengan cepat ia pun memilih beberapa model yang nampak menarik hatinya, sementara, si penjaga optik pun tak kalah cekatan dalam mengambilkan model-model yang diinginkan sang gadis di etalase. Satu, dua, tiga, beberapa model yang telah diambil pun lekas dicoba oleh sang gadis. “Ini bagus, hmm. Tapi ini juga bagus”, gumam si gadis. Ia kebingungan, banyak pilihan model yang bagus, ia merasa ingin membeli semuanya, tapi tentu tak akan bisa, apa perlunya?

Segera ia memanggil si pemuda yang tengah duduk santai memandangi layar hapenya. “Yang tadi bagus sih, tapi kok yang ini menurutku lebih bagus ya?”, sahut sang pemuda setelah melihat si gadis mencoba beberapa model kacamata yang berbeda dan meminta pendapatnya. Terjadilah sebuah perdebatan kecil, sang gadis tetap kebingungan, dilematis, kacamata yang manakah yang ingin ia bawa pulang.


“Waduh, mau makan di mana ya.”, ujar Si Kurus dengan bingung kepada rekan-rekannya, Si Tambun, Si Hitam, dan Si Jambul.

Mereka berempat adalah mahasiswa sebuah universitas negeri ternama di Semarang. Sehari-harinya, mereka berempat tinggal bersama dalam sebuah rumah sederhana yang mereka kontrak dengan biaya 10 juta rupiah per tahunnya. Ujaran di atas bukan mengenai acara makan biasa, mereka akan berbuka puasa bersama kali ini. Sudah tiga hari bulan Ramadhan tiba, mereka berempat belum sekalipun berbuka bersama karena kesibukan masing-masing. Mereka berempat memang mahasiswa yang relatif sibuk, mereka aktif berorganisasi di tempat yang berbeda-berbeda, tidak heran bukan bila mereka jarang menghabiskan waktu luang bersama?

Jarum jam di dinding saat ini telah menunjukkan pukul lima sore hari, mereka telah berdebat selama setengah jam tentang di mana malam ini mereka akan berbuka bersama. Rasa lapar telah melanda mereka semua, sejak tadi, energi mereka malah habis untuk berdebat menentukan tempat makan yang tepat untuk mereka berempat. Si Tambun, Si Hitam, dan Si Jambul pun sepakat untuk berkata kepada Si Kurus: “Kamu aja yang nentuin, deh”.

Kini, semua bergantung pada Si Kurus, ia boleh memilih salah satu lokasi yang telah diusulkan teman-temannya dan dirinya sendiri. Ia kini punya privilese untuk menentukan. Namun anehnya, ia kini justru kebingungan saat melihat deretan nama lokasi calon tempat makan mereka.


Decision paralysis terjadi ketika kita memiliki terlalu banyak pilihan. Dua cerita asal-asalan di atas, adalah sebuah contoh di mana fenomena terkait membuat sebuah pekerjaan yang sekilas nampak sangat mudah, memilih, menjadi terasa sangat sulit dan menguras tenaga. Ini terjadi di mana saja, ketika kita menentukan di mana kita ingin makan, ketika kita melihat deretan baju bagus di butik langganan kita, hingga momen ketika kita memilih mata kuliah pilihan untuk semester depan.

Sebuah studi yang diungkapkan dalam buku Switch dari Heath Brothers menunjukkan bahwa pelanggan yang mendatangi sebuah toko selai yang hanya menawarkan enam rasa berbeda memiliki persentase lebih besar untuk membeli selai dibandingkan pelanggan yang mendatangi sebuah toko selai yang menawarkan sepuluh rasa. Hal ini juga terjadi pada studi mengenai perbandingan jumlah pekerja yang mendaftar program pension plan ketika memiliki pilihan plan lebih sedikit dan ketika memiliki pilihan plan lebih banyak. Rasa-rasanya kontradiktif dengan pemahaman kuno tentang ‘lebih banyak, lebih baik’ bukan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s