#NulisJuga Mencari Alasan, Sarang Burung, dan Malaysia

“Ganyang Malaysia!”, teriak Bung Karno dengan garang. Seruan tersebut menggema hebat di telinga dan dada para pemuda Indonesia yang pada medio 1960-an tengah dibakar api permusuhan dengan negara tetangganya, Malaysia. Seruan tersebut, seakan menjadi bahan bakar yang lebih dari cukup untuk menyalakan api persaingan yang nampaknya kekal abadi, yang hingga kini pun tak menunjukkan tanda-tanda akan padam.

November 2007, api yang tak pernah padam tersebut disulut lebih besar lagi oleh manuver Malaysia yang mencoba mengklaim salah satu kesenian daerah terpopuler di Indonesia, Reog Ponorogo (Konon katanya, di Malaysia terdapat tarian yang memiliki kemiripan dengan Reog Ponorogo. Saya pun di sini tak hendak berpolemik mengenai hal ini). Sejak saat itu, dimulai sebuah era baru persaingan antara Indonesia dan Malaysia, yaitu digital battle.

Ya, tidak puas dengan sekedar perang dingin ataupun persaingan di cabang-cabang olahraga andalan seperti Bulutangkis dan Sepakbola, kini gesekan antara kedua negara pun meruncing hingga ranah dijital, dengan lapak-lapak forum online dan milis menjadi ladang pertempurannya. Sengitnya pertempuran ini dapat dirunut dengan melihat cara mereka menyebut lawan masing-masing. Orang Malaysia akan dengan sengit menyebut bangsa Indonesia sebagai Indon, yang seakan menegaskan keengganan mereka untuk sekedar menyebutkan nama Indonesia. Di lain pihak, orang Indonesia dengan sengit pula akan menyebut bangsa Malaysia sebagai Malay, yang merupakan sebuah pun dari kata ‘M-Alay’, di mana Alay dapat diartikan sebagai udik atau kampungan.


“Manis di bibir, memutar kata, malah kau tuduh akulah segala penyebabnya..”

Pernah dengar lirik lagu di atas? Beberapa waktu belakangan, lagu ini tengah populer di lingkungan kampus saya berkat usaha keras dari rekan saya, Fuad ‘manis-di-bibir‘. Tembang di atas berjudul Mencari Alasan, sebuah karya dari band legendaris Malaysia, Exist. Mencari Alasan adalah sebuah tembang Rock Melayu yang cukup catchy. Dari segi kenyamanan terhadap telinga, rasa-rasanya tidak butuh lebih dari dua kali mendengarkan lagu ini untuk kemudian mendapatkan nostalgic moment yang menggelitik, ketika anda mendengarkan lagu ini di sebuah minimarket setelah sekian lama tidak mendengarkannya misal.

Lagu ini dirilis di Malaysia medio 1990-an dan dalam tempo beberapa tahun tembang tersebut cukup populer di Indonesia. Di era tersebut, Exist memang menjadi salah satu dari segelintir pemusik dari Malaysia yang berhasil menembus pasar musik Indonesia. Selain Exist, seingat saya saat itu (dan hingga kini) hanya ada beberapa nama populer dari Malaysia seperti Siti Nurhaliza, Amy Search, dan Sheila Majid yang juga berhasil menancapkan kuku di belantika musik Indonesia yang persaingannya memang ketat.


Kalau Anda berjalan-jalan ke beberapa waralaba minimarket ternama yang tengah menjamur saat ini, saya menyarankan Anda untuk menengok ke arah kulkas dan mencari sebuah minuman kaleng berwarna biru muda lengkap dengan gambar burung walet di kalengnya. Minuman dengan perisa sangkar burung walet bernama DayDay Sarang Burung. Salah sebuah minuman favorit saya, yang entah mengapa hanya menghasilkan jawaban antara ‘suka sekali’ atau ‘tidak suka sama sekali’ pada sebagian besar orang yang mencobanya.

Saya sendiri memiliki kenangan yang cukup lucu tentang minuman ini. Ketika saya masih duduk di Sekolah Dasar, saya ingat Ayah saya membawakan saya sebuah minuman sarang burung berkaleng dari brand yang sama. Melihat asal minuman tersebut dari luar negeri, saya mengira bahwa ini barang souvenir dan menaruhnya begitu saja di lemari kamar saya, sebagai pajangan, hingga singkat cerita waktu berputar melewati tanggal expired date yang tertera di kaleng minuman tersebut. Saya pun tak ambil pusing, toh tidak bakal saya minum juga, begitu batin saya. Maklum, saat itu teknologi informasi belum semaju sekarang.

Sekitar tujuh hingga delapan tahun kemudian, saya yang telah duduk di bangku kuliah pun memasuki sebuah minimarket seusai berolahraga. Haus dan kelelahan, jelas itu yang saya rasakan. Saya berjalan ke arah deretan minuman siap saji dan memilah-milah mana yang ingin saya beli. Saya pun sontak kaget ketika mendapati bahwa di situ terdapat kaleng minuman yang sempat saya jadikan pajangan di lemari kamar, dan ternyata harganya pun tidak mahal. Tanpa panjang lebar, saya langsung membeli minuman tersebut, rasa penasaran yang hebat sudah melanda, saya harus segera mencobanya. Penutup kaleng saya buka, saya pun meminumnya, tegukan pertama. Kemudian, “Wah enak, harusnya yang dulu saya minum saja”.


Sekitar 22 tahun yang lalu, saya lahir di negeri Indonesia, dan hingga kini pun tetap tinggal di Indonesia. Persaingan antara Indonesia dan Malaysia pun tidak luput dari pandangan saya. Meskipun untungnya hingga kini tidak pernah mengikuti ajang digital battle ala ala yang saya sebutkan sebelumnya, di dalam benak saya entah mengapa selalu ada rasa yang lebih menggelora setiap melihat perwakilan bangsa Indonesia bertanding melawan perwakilan Malaysia, dalam bidang bulutangkis, sepakbola, voli, atau apapun itu. Saya juga sering merasa dongkol ketika perwakilan bangsa Indonesia ditekuk oleh perwakilan Malaysia, dan merasa sangat-sangat gembira ketika perwakilan Indonesia memenangkannya. Saya pun yakin, ada juga puluhan juta penduduk Indonesia lainnya yang merasakannya, merasakan luapan adrenalin ketika melihat perwakilan negara yang kita cinta bertanding melawan musuh besarnya, perwakilan negara tetangga, dalam bidang apa pun, di mana pun.

Ingin Indonesia menang? Iya. Benci? Tidak. Memang nampaknya persaingan antara Indonesia dan Malaysia tidak akan berakhir, paling tidak dalam waktu dekat. Tetapi, bagi saya sudah ada dua alasan kecil untuk setidaknya tidak membenci Malaysia, yaitu Mencari Alasan dan minuman berperisa Sarang Burung, cukup itu saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s