#NulisJuga Narsis Tingkat Dewa

Memang menarik melihat perilaku manusia dalam lingkungan media sosial. Ada yang menggunakannya secara positif, ada pula yang menggunakannya secara negatif. Beberapa menggunakannya untuk menemukan teman dan kegiatan baru, beberapa menggunakannya untuk personal branding, beberapa menggunakannya untuk menyewa pelacur seperti berita yang baru saja lewat, sementara beberapa lagi menggunakannya untuk.. Narsis.

Gejala narsis dapat dengan mudah kita temukan melalui akun-penyedia-slot-iklan berkedok ‘fakta yang menakjubkan’, psikologi, golongan darah, hingga rasi bintang. Melalui informasi bernada serba positif yang tidak perlu dicek kebenarannya tingkat relevansinya ada di level ‘Entah’, akun-akun tersebut nampaknya telah jadi media yang efektif untuk menyalurkan hasrat narsis yang tertanam dalam tubuh manusia.

Satu contoh informasi ‘ngawur’ yang menjadi primadona para pengguna adalah tanda-tanda kejeniusan manusia, yang contoh penggunaan dalam konteks narsis-nya adalah seperti di bawah ini.

nsnfanfs

Setelah melihat ‘fakta’ di atas, menjadi jenius itu mudah, sepertinya. Cukup menjadi orang yang humoris, banyak bertanya (rasa ingin tahunya tinggi), banyak omong, suka mendengarkan musik, dan begadang, kita sudah bisa memproklamirkan diri sebagai seorang jenius. Tak lupa untuk membagi informasi tersebut ke timeline dengan kalimat bernada sok seperti “Tuh” atau “Oh pantesan”, dan kita bisa berharap bahwa beberapa teman kita akan bergumam “Oiya si A kan suka begadang tuh, pasti jenius!”.

Bahkan kalaupun informasi itu benar, mungkin kita tetap lupa kalau itu cuma ‘ciri-ciri’ saja. Seperti ‘binatang yang halal dimakan berkaki empat’, tapi babi dan anjing juga berkaki empat, dan mereka haram dalam hukum Islam. Bisa jadi Anda cuma suka tidur larut saja, suka mendengarkan musik saja, tapi tidak masuk kategori jenius. Betul kan?

Bagaimana pun itu, mengaku diri sebagai jenius tanpa dasar yang jelas itu adalah tindakan yang luar biasa. Apalagi di muka umum, dengan penuh rasa bangga, tergolong dalam tingkat narsis yang luar biasa. Mungkin lebih tepat kita sebut sebagai: ‘Narsis tingkat dewa’.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s